Tuesday, October 10, 2006

Blog yg jarang diupdate

Blog ini tidak pernah diupdate ...

Untuk berita update tentang Shant & keluarga, please visit multiplyku yang ini ya

Disitu ada update berita tentang kegiatan sehari-hari juga tentang hobi nonton F1 :)

Sunday, February 20, 2005

Fear Factor

Tadi malem aku nonton Fear Factor di RCTI. Ini memang salah satu tontonan favoritku yang hampir gak pernah aku lewatkan. Bagi yang belum tahu Fear Factor, acara ini adalah reality show dimana ada 3 peserta wanita dan 3 peserta pria yang ditantang untuk menyelesaikan 3 tantangan dengan iming-iming hadiah 50 ribu dollar. Kalo’ dikurs di rupiah sekitar 460juta deh-dengan asumsi $1 = Rp. 9200,-
Uang segitu lumayan gede loh, udah bisa beli rumah ama mobil tanpa mikirin cicilan ke bank tuh.

Nah, masalahnya tantangannya gak bisa dibilang gampang, secara fisik maupun mental. Seperti kata si Joe Rogan –si pembawa acaranya- bahwa ketakutan itu hanya ada dalam pikiranmu. Jika kamu bisa mengendalikan pikiranmu, maka kamu bisa mengatasi ketakutanmu.
Memang tidak di semua episode tantangannya terlihat “menantang” bagiku, karena kembali lagi bahwa ketakutan pada tiap-tiap manusia berbeda. Mungkin bagiku lebih menyenangkan diseret helikopter mengelilingi danau daripada harus makan testikel monyet.
Di sini peserta dituntut untuk beraksi mati-matian mengatasi rasa takutnya.
Dan kita akan takjub bagaimana peserta bisa memaksa dirinya hingga ambang batas kemampuan manusia. Really push into the limit !

So, what is your biggest fear ??
Highness ? Darkness ? Under water ? Snake ? Eating something nasty ?
Well, maybe you should try Fear Factor show …

Wednesday, February 16, 2005

Hari ini dapet imil dari temenku Dede
Isinya, ngomporin lagi buat bikin blog, trus gabung di blogfam.
Lagi dipikir-pikir nih ...mau terus posting di blog ini gak ya ??

Thursday, December 30, 2004

Tentang Buku

Baru selesai baca ei tu ze (bukan impian biasa) karangannya Danni Junus nih. Gue suka cover-nya, artistik. Kalaupun misalnya sebelumnya gue belum baca pernah baca potongan ceritanya dan review-nya, pasti buku ini bakal gue beli juga karena cover-nya, he he. Reviewnya secara garis besarnya menurut gue buku ini bagus, gue seneng sama gaya nulisnya yang lugas, gue berasa baca kisah temen deket gue sendiri. Apalagi bagi gue yang suka akhir cerita “menggantung”, pas banget deh. Nggak norak, dan kalau ada yang mempermasalahkan ungkapan dalam bahasa inggrisnya, gue kok malah sreg ya bacanya. Emang ada kalimat-kalimat yang kadang susah dicari padanannya dalam bahasa indonesia. Kalau dipaksain diindonesiakan, hasilnya gak sesuai dengan apa yang sebenernya mau disampaikan. Ceritanya tentang seorang Dharma yang mengejar mimpi-mimpinya, ada yang menjadi kenyataan, ada yang gak, ada yang belum terwujud tapi udah dalam proses, dan ada pilihan tentang mimpi mana yang harus dikejar duluan dan mana yang bisa diwujudkan lain waktu. Penasaran ? Mending beli bukunya dan baca sendiri, kalau gak setuju dengan review gue, ya silakan bikin review sendiri.

Gue masih suka terkagum-kagum sama penulis penulis muda sekarang ini. Local writers yang ada sekarang tulisannya bervariasi, dari yang ringan, lucu, mengharukan sampai yang “dalem” banget. Sangat masa kini deh.

Gue udah dari dulu seneng baca buku (bukankah kita semua begitu), tapi baru mulai beli buku sendiri untuk hobi sekitar tahun 2000. Sebelumnya gue sama temen kost dulu suka patungan beli bukunya Mary Higgins Clark, kemudian gantian baca. Sebelum ituw, jaman sekolah dulu suka pinjem di tempat peminjaman buku, standar gitu deh bacanya Agatha Christie, Marga T, John Grisham.

Nah, waktu udah punya duit buat beli buku, yang pertama dibeli adalah bukunya Mary Higgins Clark sama koleksi bukunya Marga T. Berlanjut membeli buku-buku yang dulu pernah dibaca tapi belum dipunyai. Gue tak luput dari demam Chicken Soup, Harry Potter, juga demam Chicklit. Hampir semua buku yang gue punyai adalah fiksi (terjemahan), hanya ada beberapa buku religius, buku tentang kehamilan, dan psikologi anak.

Dan diantara buku fiksi itu, karya penulis lokal yang gue punyai sebelumnya hanya bukunya Marga T, Remy Sylado, dan Fira Basuki. Kemudian gue baca Jomblo karangan Adhitya Mulya yang agak telat belinya (atas saran teman), sekitar Maret 2004. Asli itu buku kocak abis, dan gue gak nyangka kalau penulis baru bisa bikin buku selucu itu dan bikin gue tertarik. Gue belum punya buku yang bergenre komedi sebelumnya. Itulah mulanya gue mulai baca karya penulis lokal yang baru. Perburuan buku karya penulis lokal gue berlanjut ke Indiana Chronicle-nya Clara Ng, Jodoh Monica-nya Alberthiene Endah, Cintapuccino-nya Icha Rahmawati, dan gue jadi mulai penasaran nungguin buku lokal selanjutnya. Apalagi Fira Basuki juga masih produktif setelah Jendela-Jendela, Pintu, Atap dan Biru, kemudian ada Rojak, Miss B dan Brownies-nya.

Makanya waktu Nov-Des 2004 kemaren ada buku barunya Adhitya Mulya yang judulnya Gege Mengejar Cinta bahkan istrinya Ninit Yunita juga mengeluarkan buku Kok Putusin Gue, asli gue tambah penasaran. Terus ada Subject: Re-nya Novita Estiti dan kembali karyanya Alberthiene Endah (Cewek Matre).

Memang sih, gak semua buku karya penulis lokal itu keterima sama kepala gue. Ada yang bikin gue ilfil kaya’ waktu baca Fairish sama Dealova. Kok bisa gue beli itu buku, teenlit gitu loh…mungkin karena lagi diskonan Gramedia Book Fair yang 20% itu. Tapi sebagian besar karya penulis lokal yang gue beli sesuailah sama ekspektasi gue, enak dibaca, ada “sesuatu” yang bisa gue serap, dan tentu saja menghibur (meski di beberapa bagian ada nangisnya juga-ih segitunya ya).
Bagi yang belum begitu bersemangat baca buku penulis lokal, well … mulailah membaca dari buku-buku yang gue tulis di atas. Selamat membaca !